Sunday, 19 April 2015

Acara Pelepasan Kls XII tahun pelajaran 2014/2015


Bapak ibu guru tahu kamu meninggalkan kami bukan karena kalian tidak betah, atau bukan karena kebencian, tapi bapak tahu kalian meninggalkan kami karena ingin mengejar cita-cita dan harapan yang masih tergantung diatas awan sana
Siswaku …………..
Tak dapat dipungkiri, tlah banyak pengorbanan kalian tuk sekolah ini, karena doa kalianlah bapak dan ibu guru diberi kesehatan sehingga mampu membawa kalian hingga sampai ke ujung kata perpisahan pada hari ini.Bapak ibu guru sangat mengerti bahwa kalimat disiplin, tata tertib adalah perkataan yg sangat meresahkan namun demi masa depan kalian semua ini terpaksa harus bapak ibu jalankan.
Suasana perpisahan ini kian mendekat, tangis siswa dan ibu guru membuat suasana yang hingar menjadi hening terbawa lagu yang mengiringi perpisahan, kami hanya bisa menghaturkan maaf bila ada kata-kata dari bapak dan ibu guru, yang melukai perasaan, yang membuat kalian kesal karena aturan, repot karena PR ataupun risau karena perintah, sekali lagi mohonlah kami dimaafkan.
Perpisahan bukanlah akhir dari segalanya, berjuanglah, gapailah mimpimu dengan membawa secuil ilmu yang tlah bapak ibu berikan, doa kami menyertai kalian semua, amin ............












Tuesday, 14 April 2015

XII PA 2 th Pelajaran 2014/2015

Tidak terasa 18 april 2015 menjadi hari terakhir dimana kita melepaskan berjuta kenangan yang begitu melekat di dalam hati, tidak biasa lagi kita nikmati hangatnya canda, tawa bahkan segunung kenakalan dan kelebay’an kita, berjumpa pada awal masuk SMA dimana kita tidak saling mengenal dulunya ternyata melukiskan beratus ratus warna pelangi saat kita berpisah. Saat pertama masuk ke sekolah dengan seragam putih abu abu, ada rasa bangga, bahagia dan kini melahirkan sejuta cerita untuk kita. Pagi hari dimana kita memakai baju seragam itu, dengan sikap culun, tunduk dan hormat terhadap kakak kelas, berjumpa dengan guru guru baru. Awal awal masuk SMA belajar dengan semangat dan menyenangkan sampai akhirnya dimana kita menemukan titik jenuh saat menjadi kakak kelas, dan mulai malas belajar, tapi semangat kita tetap membara menjadi siswa dan siswi yang Berprestasi, hari ini kita akan mengingat kembali bagaimana awal kita masuk ke dunia putih abu abu yang penuh dengan berjuta kisah yang tersimpan rapi dalam memori. Lonceng sekolah berbunyi, awal masa MOS, rasa malu masih melekat sebagai siswa baru, kecerian terukir karena telah resmi menjadi siswa SMA N 1 sekadau hilir, masa kelas X kita hadapi dengan santai dan sedikit malu malu plus culun juga karena kita dalam posisi adik kelas, belajar dengan giat, meskipun kadang hasil ulangan masih remidial, turun awal untuk perbaiki nilai sejarah, Tugas malam waktunya berkumpul dengan kawan kawan di pelajaran MM, dan berbagai cerita lainnya, Naik kelas XI sepertinya memang waktu menggila dengan kawan kawan, karena kali ini kita ngga bakal pisah kelas lagi sampai kelas 3, XI IPA 2 menemukan kita menjadi sebuah persahabatan, memang kita jarang untuk kompak kalau dalam perlombaan di sekolah tapi untuk urusan nonton, tugas malam yang membuat kita nginap di tempat kawan, dari belajar hingga nonton bola, PR disitu kita bisa dibilang Masternya kekompakan, massa remaja kita memang terlihat jelas saat itu, timbul istilah cinta lokasi, kelihatan teman teman yang pintar, alay, pelit, lucu bahkan sedikit gila, belajar ke arah kebaikan, dan mulai lah tercipta kelompok kelompok kawan, namun kita semua tetap satu kesatuan KOMPAS, akhir masa kelas XI dan mulai naik ke kelas XII disini kita terutama merasakan arti pengorbanan seorang guru yang mendidik kita dengan ikhlas, sabar dan memperjuangkan segala kemampuannya demi kesuksesan kita menghadapi Ujian Nasional, di kelas tiga ini juga adalah saat yang paling menyenangkan dalam hidup kita,saya banyak kenal terhadap teman teman dan mulai tercipta suatu kata bahwa kita adalah teman sejati, kenal dengan guru guru yang hebat, pasti berat untuk kita meninggalkan teman teman, guru, dan sekolah tapi kita yakin perpisahan pasti terjadi dan kita harus melanjutkan ke pendidikan yang baru, yang lebih tinggi, disana kita pasti ketemu teman teman yang baru, yang lebih baik, lebih keren namun pertemuan dengan teman baru dan pendidik baru bukan berarti kita lupa dengan teman, guru, dan sekolah yang lama, karena di situ berjuta kenangan telah diukir dengan sangat baik, kata ini ditulis terutama untuk mengucapkan terima kasih yang sebesar besarnya terhadap guru di SMA 1 sekadau ini dan terima kasih terhadap kawan kawan yang mungkin tak kita temui di sekolah yang baru nantinya semua pasti berbeda, tak ada lagi guru yang seimut dan sedegel bu nunung, sekeren pak mizhi, pak supri, pak jasman, sebijak bu Isni, seganteng pak aloy, sebaik pak herman, bu fitri, bu darma dan guru guru yang sangat berjasa lainnya terutama setegas dan seganteng pak Domi, jadikan perpisahan ini sebagai sesuatu yang baik, karena kita harus yakin di tempat baru kita nantinya akan ada sesuatu yang lebih baik yang akan menjadikan kita orang orang yang terbaik. Kita pasti akan sangat merindukan dimarahi guru, upacara senin pagi di sekolah, nonton bersama, tugas dan Ulangan ulanganya, semua itu pasti akan sangat kita rindukan dan kita kenang, dan tentunya kami sebagai siswa dengan sangat meminta maaf yang selama sekolah membuat kekesalan, kesalahan terhadap ibu dan bapak guru, Terima kasih kawan, spesialnya IPA 2, terima kasih Guruku dan terima kasih Sekolah










Monday, 13 April 2015

XII IPA1 tahun Pelajaran 2014/2015

KESAN KAMI DARI XII IPA1

Dewasa bukan pilihan, dewasa itu proses .
Banyak hal yang membuat diri kita dewasa, berawal dari cinta, tingkat emosi, gurauan dan yang terpenting itu ilmu pengetahuan, dimulai dari pendaftaran, tes seleksi, dan MOS, itu masa-masa kita semua angkatan 2015 bersama berjuang untuk memasuki SMA tercinta kita SMAN 1 SEKADAU.
19 Juli 2012 kita memasuki ruangan kelas yang berbeda-beda, perjuangan dimulai. Setiap Guru masuk untuk pertama kalinya pasti mengabsen, nah di sesi ini kami banyak malu, karena ya… sesi paling manakutkan yakni perkenalan, banyak orang bilang tak kenal maka tak sayang, tak sayang maka tak cinta. Tapi yang bener ya tak kenal maka kenalan, setelah kenalan maka teman, setelah teman lalu sahabatan dan dilanjutkan persatuan ya seperti kami UNESCO (united science one).
Berawal dari kelas X masih polos dan lugu-lugu semua, rasa malu, ingin kenalan, dan takut dengan teman baru lain itu hal biasa tapi yang membuat greget itu banyak ekstrakulikuler yang harus kami pilih, mulai dari Pramuka, PMR, Sispala, Voli, Basket, English Club dll. Dari ekstrakulikuler mulai terbentuk jiwa bertanggung jawab, pertemanan yang lebih erat serta tercipta pengalaman baru.
Memasuki kenaikan kelas kami mulai bingung menentukan jurusan, karena jurusan inilah yang menunjukkan akan kemana kita. Dengan tekad kuat kami memilih jurusan Ipa dan optimis pasti masuk. Dengan rasa bangga dan sedikit rasa takut terlukis di benak kami, apakah kami mampu setiap hari bergelut dengan rumus-rumus.
Pada 29 Juni 2013 hari bersejarah, yakni pembagian raport kelas X, Cepat kami membuka raport kami dan syukur kami panjatkan kepada Tuhan karena bisa masuk Jurusan Ipa ini, tak sabar rasanya memasuki kelas baru dengan teman-teman yang pastinya top semua.
Liburan tak berlalu begitu lama, tiba-tiba sudah masuk tahun ajaran 2013/2014. Tepatnya 15 juli 2013 kami memasuki kelas baru kami, dan hal yang membuat deg-degan terulang lagi (perkenalan). Mau tidak mau kami berkenalan satu sama lain agar terjalin hubungan yang baik.
Dengan perasaan yang tak karuan kami menunggu Guru matematika yang biasa mengajar kami di kelas X, tapi kali ini beda Beliau bukan hanya guru tapi sekarang menjadi Wali kelas kami, Bu Darmawati namanya. Orangnya baik, cantik, lucu, dan super aktif. Tidak hanya itu beliau juga bisa membuat jantung kita mau copot waktu pelajaran Matematika.
Setelah beberapa saat kami menunggu tak lama Bu Darma (begitu biasa beliau disapa) pun datang, kami sudah tersusun rapi dengan teman baru kami, beliaupun menjelaskan apa itu jurusan IPA dan sistemnya.
Seiring detik berjalan kami mulai terbiasa dengan beliau, walaupun masih sedikit deg-degan tapi kali ini kami sudah menganggap beliau seperti Ibu kami sendiri. Disaat ulang tahunnya yang ke-35 kami berusaha membuat keĵutan, dengan dana yang tak begitu besar kami berhasil membuat Beliau teharu, hanya sebuah flashdisk yang kami berikan dengan sejuta harapan didalamnya.
Tidak dapat dipungkiri semua memang butuh kerja sama dan kekompakan, jika kita melakukan sesuatu yang sifatnya berkelompok tanpa kekompakan yakinlah hal itu akan berantakan, kami selalu berusaha untuk selalu kompak dalam segala hal, mulai dari Paduan Suara Sumpah Pemuda, drama sejarah, dance dll. Terima kasih banyak kami haturkan kepada Ibu Darmawati atas segala apa yang telah beliau perbuat untuk membuat kami lebih baik.
Satu tahun dikelas XI tidak terasa, dan sekarang kami kelas XII. Pada tahun ini kami mulai mengerti dan memahami apa itu teman, sahabat, pacar, dan musuh. Mereka adalah orang yang akan selalu membuat kita berwarna dengan segala tingkah laku dan pola pikir yang tiada batas. Banyak hal telah kami lalui di kelas XI kini kami harus benar-benar bergelut dengan rumus-rumus.
Wali kelas pun berganti, wali kelas XII Beliau adalah Ibu Isni Darwanti, Beliau adalah wali kelas kami yang baru serta waka sekolah. Beliau sedikit berbeda dengan Ibu darma, Beliau ramah, baik, namun beliau kurang aktif munkin karena waka sekolah. Tak banyak yang bisa kami ceritakan pada kelas XII. kelas XII singkat dan sangat berarti pada kami, Kami bertambah klop, saling pengertian dan yang terpenting kami sekarang sudah lebih dewasa.
Semua hal itu terbukti dengan hangatnya kelas setiap pagi, cletukan-cletukan yang khas, ejekan-ejekan, tawa bersama, serta pusing bersama saat ada tugas , banyak hal yang dapat kami ambil dari semua yang kami jalani di sekolah ini. Tak bisa kami sebutkan satu-persatu, kami menyimpulkan garis besarnya saja, masa SMA bukanlah masa dimana kita harus menangis saat berpisah, masa SMA adalah masa dimana karakter orang akan terbentuk dengan segala teman-teman yang berada disekitarnya, pola pikir berubah, tingkat emosi berubah, tak sadar semua berubah. Perubahan itu bukan semata-mata karena kita sudah SMA.
Perubahan itu terjadi karena proses sosialisasi, bercampurnya pengalaman, serta hangatnya pertemanan.Yakinlah teman kita diciptakan bukan untuk sempurna , kita diciptakan untuk saling melengkapi antara satu dengan yang lain. Sekali lagi “Tak kenal maka kenalan, setelah kenalan maka teman, setelah teman lalu sahabatan dan dilanjutkan persatuan ya seperti kami UNESCO (united science one)” .
Hari ini 18 April 2015 Tuhan menakdirkan untuk mengakhiri masa-masa SMA kami, sedih rasanya, gegana gitulah lebih tepatnya. Tapi jika kita lihat kedepan hari ini adalah gerbang menuju masa depan, masa depan tergantung tidakan kita jika kita tidak pantang menyerah, selalu tegar, dan iktiar maka yakinlah kita akan mendapatkan yang kita inginkan, ingat hasil tergantung usaha.
Terima kasih telah bersedia membaca coret-coret kisah kami di SMAN 1 Sekadau, Untuk para Dewan Guru kami mohon maaf sebesar-besarnya atas segala kelakuan nakal kami. Terima kasih untuk semuanya berkat bimbingan dan kesabaran Dewan Guru kami bisa menjadi lebih dewasa dan bisa menjadi seperti sekarang. Sekali lagi terima kasih Bapak/Ibu Guru.
Salam angkatan 2015 SMA NEGERI 1 SEKADAU
UNESCO MEMBER :
Andri Syadriadi, Annisa Kusuma Nurratri, Aprianto Teo Feadelis, Arif Fiqri Syawaludin, Cici Harniyanti, Daniel Riandy, Dimas Hadi Prasetyo, Dina Elviani, Eka Noor Hidayati, Eka Yulia Nurmala Sari, Enha Frenadi, Era Fitria, Ester Uli Pradina, Fajar Satrio Dermawan, Feri Harianto, Geradus Riki, Giti Lestari , Gregoriana Tri Bulauati, Mustika Hadi Santosa Putra, Herdea Syafitri, Ilham Hafil Mubarok, Julyanto, Karmilawati, Kristianus Brahmans Nudu, Mahran, Manai Billami, Margareta Siska, Milawati, Naufal Adli Hafiyyan, Oshin Martha Octavia, Pasih Paulina, Rizky Oktiyadi, Septiawan Yogie Dalin, Silpia Vilda Saputri.









Thursday, 2 April 2015

XII IPS 3 th Pelajaran 2014 / 2015

KESAN-KESAN SELAMA DI IPS 3


Ketika kelas 11 ips 3 kami tau wali kelas yang paling baik,sabar,penyayang,lembut,tidak pernah marah dan selalu menasihati itu adalah siapa lagi kalo bukan Bu Jumiati tersayang. Hari sabtu tepatnya kami bagi rapor dan di hari itulah kami tau beliau bukan lagi wali kelas kami. 2 minggu setelah perpisahan kami dengan beliau kami masuk ke kelas yang baru yaitu kelas 12 ips 3 . Kami awalnya berharap Bu Jumiati menjadi wali kelas kami lagi. Tetapi yang kami tak sangka wali kelasnya itu adalah Bu Nunung ( OMG HELLLOOOOOOOOOO ) . Guys lo tau kan bu nunung itu nyebelin bangettt dehhhhh !!!!!!
Awalnya biasa aja sih tapi lama kelamaan baru kerasa ga enaknyaa tuh yaa tau gak kayak makan nasi pakai sambel 20 kg ga pakai terasi , tau kan guys gimana rasanya gaaa enaaaaakkkk buuuaaaangggggeeeettttttt !!
Kita tu ga bisa ngapa ngapain di kelas, kita itu serasa kayak anak pesantren di asrama yg harus tepat waktu buat belajar terus harus disiplin harus nurut kata guru dan bla bla bla. Aisssss lu tau kan guys gimana ga enaknya sama wali kelas kayak bu nunung. Kami tau jam kosong itu udah biasa dan tradisi banget kalo di kelas. Kami bosen kalo harus di kelas terus dan ga pernah mau masuk, kami tau kelas kami anaknya nakal nakal banget, susah dibilang, susah di atur, kayak anak TK, ga mandiri pokoknya ancur banget deh gilaaaaakkkk ??!! waktu jam kosong kami tuu selalu main kartu, dandan, nonton film, tidur ngorok,suka bolos ke kantin bahkan ada yang bolos sekolah. Ahh itu mah biasa aja asal jangan ada yang tawuran aja yaaa wkwkwkwk.
Kami selalu di tegur sama bu nunung, nahh di situlah kami makin ga suka sama ibu. Salah dikit ga boleh salah dikit ga boleh, apa apa selalu aja salah.
Waktu sumpah pemuda tanggal 28 oktober 2014 kemaren itu, kami latihan mati matian buat keinginan bu nunung. Sumpah ya semuanya pada ngeluh, latihannya keras banget, capek banget pokoknya dan bla bla bla . ditambah yang cowoknya susah diatur lagi serasa kayak ngurus anak TK yang berada di seluruh kota Sekadau wkwkwk( lebay ah ).
Dan kami sadar sesuatu hal. Ibu nunung keras kepada kami karena dia sayang kepada kami dia peduli sama kami. Waktu hari sumpah pemuda terutama kerasa banget kalo beliau peduli sama kami. Beliau yang mencari video gerakan yel yel buat kami, ibu yang menyumbangkan alat alat musik buat yel yel kami. Bahkan ketika latihan ibu juga membelikan kami air dan cemilan buat kami makan ketika istirahat latihan buat lomba nanti. Ibu kami tau engkau sangat peduli kepada kami, engkau sayang kami, engkau selalu menginginkan yang terbaik untuk kami. Kami tau yang selama ini engkau lakukan hanya buat masa depan kami kelak. Terima kasih ibu jasa engkau selalu kami ingat. Dan selalu kami jadikan keteladanan untuk kami mencapai kesuksesan.
PANCINYA IKHLASIN AJA YA BU, KAMI UDAH GA ADA DUIT LAGI HAHAHAAH
JAWABAN DARI BU NUNUNG
Anak-anakku sayang di XII IPS 3,
Sungguh...kata2 terakhir dalam surat kalian membuat ibu terharu hingga menangis berurai air mata. Dengan surat ini, semoga kalian tau apa yang selama ini ibu rasakan...
Sejak pertama ibu menjadi wali kelas kalian, ibu sudah was-was, apakah ibu bisa seperti wali kelas kalian sebelumnya, Ibu Jumiati yang baik, sabar, penyayang dan tidak pernah marah. Ibu tahu kalian sangat menyayangi beliau.. Itu pula yang kemudian menjadi tanda tanya besar bagi ibu apakah ibu bisa menjadi pembimbing,menjadi panutan, sekaligus menjadi orang tua yang bagi kalian di sekolah. Apalagi konon XII IPS3 penuh dengan aneka makhluq “destroyer” yang waduuuuuuh.... kalau boleh teriak, ibu akan teriak sekencang-kencangnya... Aaaaaaaaaaaa....!!! (lebay jg... ^_^)
Ibu sadar betul.. mengemban amanah sebagai seorang guru dan wali kelas yang disayang dan dicintai siswa siswinya sangat tidak mudah.
Kalau mau memakai “jalan tol” sebenarnya mudah saja untuk menjadi guru yang disukai dan disayangi murid-muridnya. Yaitu dengan cara memberikan nilai yang selalu tinggi, tanpa banyak tugas dan PR,dengan memberikan soal-soal ulangan yang mudah,jika ada siswa yang main kartu pura-pura tidak melihat,membiarkan siswa pada saat jam kosong nonton video, jarang masuk kelas sehingga memberikan kesempatan anak untuk happy-happy..atau kalau masuk kelas hanya ngobrol ngalor ngidul dengan siswa ... dijamiiin...semua siswa akan suka... hehe Tapi bagaimana dengan pertanggungjawaban ibu dengan yang di Atas? Sediiiiih....
Anak-anakku sayang... untuk itulah..Ibu bertekad untuk mengajak kalian anak-anakku untuk berubah dalam bersikap dan berperilaku ..meskipun taruhannya besar, yaitu tidak mendapatkan tempat dihati kalian... hiks... sedih... Ini karena ibu yakin, mengubah karakter seseorang tidak semudah membalikkan telapak tangan. Dan mana ada siih...orang yang suka diatur-atur..?
Selain itu,Ibu juga ingin mengajak kalian untuk membuktikan bahwa dengan etos kerja yang tinggi, maka kita bisa memperoleh apa yang kita inginkan.
Kalian tentu ingat betapa kalian harus latihan dengan keras untuk meraih kejuaraan dalam peringatan Sumpah Pemuda. Dan terbukti kita memperoleh juara umum kan? Hampir di setiap cabang lomba kalian memperoleh kemenangan anak-anakku... ternyata kalian bukanlah anak-anak “destroyer” seperti yang ibu pikirkan... kalian adalah anak-anak yang kreatif, pintar dan mau bekerja keras dan kompak. Apakah kalian juga ingat bahwa kekompakan kita membuat iri kelas lain?
Kalian pasti tidak tau anak-anakku... pada saat pengumuman kejuaraan tersebut.. ibu memalingkan muka sejenak untuk menghapus air mata yang tak terasa mengalir... Ibu bangga.. kerja keras kalian membuahkan hasil... ternyata kalian bisa memperoleh kejuaraan yang sebelumnya di kelas XI tidak pernah kalian miliki.
Sebenarnya essensinya bukan terletak pada juara atau tidaknya..tetapi pada kerja keras dan motivasi yang tinggi untuk berjuang. Jika kita mau berusaha dengan sungguh-sungguh untuk meraih mimpi... maka mimpi-mimpi itu akan menjadi kenyataan... Ah...kelak dikemudian hari, kalian akan makin menyadari hal ini...
Akhirnya... selesai sudah tugas ibu menjadi wali kelas kalian.. sebagai wali kelas.. ibu minta maaf jika selama ibu menjadi wali kelas, ibu kurang sabar dalam menghadapi kalian dan terlalu banyak menuntut.
Namun seandainya kalian tau, apa yang ibu lakukan semata-mata agar kalian lebih disiplin dan memiliki motivasi yang tinggi untuk belajar dan memiliki karakter yang lebih baik...
Kelak di suatu masa... Ibu akan merasa sangat bangga saat bertemu dengan kalian,ternyata kalian sudah menjadi orang2 sukses yang dapat memberikan manfaat untuk banyak orang... Dengan bangga Ibu akan sampaikan ke banyak orang jika kalian adalah anak didik Ibu... Kebanggaan seorang guru hanyalah pada saat melihat anak-anak didiknya berhasil meraih impiannya....
Anak-anakku...Kesuksesan kalian adalah kebanggaan buat ibu
Jika kalian tidak bisa menjadi cemara yang tegak diatas bukit,
Jadilah belukar, tapi belukar yang terbaik
Jika tidak bisa menjadi belukar,
Jadilah ilalang, tapi ilalang yang terbaik
Jika tidak bisa menjadi ilalang,
jadilah jalan kecil..
Yang membawa orang
menuju mata air
iya.... pancinya saya ikhlasin...
pakai uangnya untuk hal yang lebih bermanfaat...
Salam sayang
Bu Nunung






XII IPS2 th Pelajaran 2014 / 2015

Bermassa selama 3 tahun berada di SMAN 1 SEKADAU memberikan banyak hal yang menjadi kenangan, warna, dan penuh makna. Berawal dari dari kelas X yang mengenalkan kami pada lingkungan SMA ini, mengenal diri satu sama lain, mengenalkan kami pada ilmu pengetahuan, mengenal guru-guru untuk mengawali pendidikan di sekolah menengah tingkat SMA. Diawal perjalanan memasuki kebersamaan diantara kami berasal dari berbagai daerah yang memiliki kekhasan masing-masing yang menunjukansosok pribadi. Dengan adanya perbedaan kami mencoba untuk beradaptasi dan saling untuk memaklumi tiap perbedaan ini dan kemudian dapat saling mengenal dan saling berakraban.
Kemudian di tengah-tengah masa ini muncul di antara kami rasa persaudaraan dan rasa yang ingin mengenal rekan dengan lebih dalam dan lebih jauh untuk mengetahui segala seluk-beluk dari tiap rekan. Setelah diantara kami di ketahui asalnya, kemudian mulailah diantara kami untuk memberikan rasa hormat pada budaya masing-masing, dan kemudian membuat nama julukan-julukan untuk salah satu rekan. Julukan-julukan yang telah di-karang itu akan tetap menjadi nama untuk orang tersebut sebagai kenangan. Deri, Duo Kanyik, Burung hantu sadon, Engkorong, Bulek, Mas, Pasukan burung kolibri, Qiu me, Anak Funk, Ento’rap, Doang, Rekok/O’ok, Paman Yol, Manok katai, Gon, Nero,Milano, Prong, 3 Maria, Mek, Cibo, Sabet, Jawa. Itulah julukan-julukan itu. Tak hanya itu, canda tawa pun sering kali hadir di tengah-tengah kami yang muncul sebagai penambah pewarnaan hari-hari di sekolah ini.
Dan pada massa pertengahan rasa kekeluargaan Terangkul indah kebersamaan kami di SMAN 1 SEKADAU karena kebersamaan yang kami jalani setiap harinya. kebersamaan di massa Putih Abu-abu ini akan menjadi momentum yang sangat berarti untuk kami. Kebersamaan ini memberikan banyak kenangan, kenangan yang memberikan warna-warni di dalam tiap harinya. Semua yang berawal kiindahan di tahun 2013 dan berakhir kisah pada 2015.
Kami XII IPS 2 memohon maaf atas segala kesalahan dan tingkah laku kami yang kurang baik selama berada di sekolah ini. Dan kami sangat berterimakasih kepada semua Bapak dan ibu Guru SMAN 1 SEKADAU yang telah berjasa membimbing, mengajar, mengarahkan, serta mendidik kami sampai saat ini.
XII IPS 2 2015.











 
Design by Free WordPress Themes | Bloggerized by Lasantha - Premium Blogger Themes | Best Buy Coupons